Senin, 30 Juli 2012

The Dark Knight Rises (2012) : The Rise Of Nolanesque Style



Segala duka untuk korban pembantaian Colorado,segala kutuk untuk si freak James Holmes. Pasca tragedi berdarah itu media ramai menyebut Holmes sebagai The Joker, saya tidak setuju. Christopher Nolan bahkan mengungkapkan alasan kenapa ia tak berniat menggunakan jasa Joker lagi dan bahkan tak me"memention" lagi nama musuh bebuyutan Batman dalam sekuel TDKR ini, yaitu semua untuk menghormati mendiang Ledger. The Joker versi Ledger ibarat nomor punggung Franco Baresi, pemain legendaris Milan yang nomornya dikeramatkan, tidak tergantikan. Dan kini Homes lewat media diwarisi julukan itu, yah mungkin Ledger bukanlah nabi yang bisa disucikan oleh publik. Tapi tetap saya di pihak yang tak setuju.

Double combo tragedi nyata yang mewarnai 2 sekuel dari trilogi Batman era Nolan ini, seakan mengukuhkan pengaruh kegelapan film Nolan. Tewasnya Heath Ledger memang masih teka-teki, tapi banyak yang bilang ia menjadi benar-benar depresi dan hampir gila akibat terlalu menghayati peran Joker, yang memang dibuat  Nolan lebih gila dan lebih sadis. Holmes pun mungkin saja adalah fan boy pengidola si badut antagonis berambut hijau itu atau bisa juga dia adalah seorang psych oyang memanfaatkan momen TDKR untuk melampiaskan hasrat gilanya. Kalau benar semua karena Joker, berarti bisa dikatakan semua karena penciptantya, Christopher Nolan. 

Ah, mari lupakan Colorado, sambil mendoakan mereka yang menjadi korban Duka fanboy atau tepatnya Nolan's Batman Fans mungkin lebih tertuju pada Sang Ksatria Kegelapan itu sendiri. Segala macam premiere dan penyangan film TDKR di seluruh dunia itu sebenarnya adalah kesempatan terakhir kita menyaksikan Batman nya Nolan. The Dark Knight Rises adalah sekuel terakhir yang dijanjikan Nolan pada semua fans Batman di seluruh dunia. Bagi saya Batman versi Nolan adalah trilogi action hero re-boot tersukses, yang membuat dunia percaya bahwa Superhero komik bisa dibuat sangat kelam, depresif tapi juga lebih manusiawi mendekati nyata. Testimonial saya itu sebenarnya mengacu pada film-film lain besutan Nolan lainnya, sebut saja Memento (2000), Insomnia (2002) dan Inception (2010). 

Semenjak Batman Begins (2008), Nolan memaksa penonton di seluruh dunia percaya bahwa Bruce Wayne,  Batman dan Gotham City adalah sesuatu yang nyata dan "dewasa", bukan rekaan fiktif komik yang cheesy ala DC/Marvel. Formula kesuksesan Begins, membuat Nolan pede membesut lanjutannya yaitu megahit The Dark Knight (2008) yang menurut saya lebih terasa sebagai epic action movie ketimbang film superhero. Beberapa kritikus film bahkan memasukkan scene "bank robbery" Joker sebagai salah satu opening scene terbaik sepanjang masa...saya setuju. Kematian Ledger, selain meninggalkan duka juga menimbulkan spekulasi apakah Joker akan digantikan oleh aktor lain di sekuel berikutnya. Nolan menjawabnya dengan melegendakan Ledger's Joker dengan tidak mengikutsrtakannya lagi di sekuel penutup, the ultimate final, The Dark Knight Rises (2012). Tekanan emosional jelas dirasakan Tom Hardy yang memerankan Bane, bayang-bayang senyum lebar yang terkuak dari bibir robek Joker jelas menterror harihari Hardy ketika menghayati perannya sebagai villain Batman yang terkuat baik secara fisik maupun intelejensia ini. Nuansa "Inception Connection" kental sekali di film ini dengan kehadiran Hardy dan Joseph Gordon Levitt. Ditambah lagi kehadiran si cantik Anne Hathaway, pemeran Selina Kyle/Catwoman, seorang pencuri sekaligus heroine. Tentang filmnya? saya jelas tidak bisa bilang kalau TDKR lebih bagus dari The Dark Knight, walaupun hingga hari ini ratingnya di IMDB masih selisih 0,5 poin lebih tinggi ketimbang  TDK. Ada scene-scene yang bagus sekali, namun ada juga yang timpang dan menimbulkan pertanyaan (maaf saya tidak mau spoiler). Persetan imdb, tapi nyatanya dorongan emosional penonton lebih tinggi ketika menonton film ini dan mindset rata-rat mereka bahwa Batman nya Nolan sudah pasti bagus. Jaminan itu jugalah, cap Nolan di dunia perfilman dunia, cap yang mulai bisa disejajarkan dengan sutradara-sutradara berkarakter macam Scorsese dan Tarantino.

Lampu Batman telah dimatikan Nolan. Semoga selamanya, agar tidak melanjutkan kesalahan George Lucas ketika berusaha meng-extend trilogi Starwars. Atau kesalahan sutradara-sutradara lain ketika terlalu asyik menambah sekuel-sekuel film atas nama komersil. Selamat tinggal korban Colorado, tidur nyenyak Ledger, dan selamat menikmati masa pensiun (Christian) Bale Wayne.

Oh ya ini scene favorit saya di fim ini, US National Anthem yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik CJ Coyne


Poin film ini 8.5 dari 10.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar